Rabu, 19 Oktober 2016

DIVIDED WE FALL


Foto : tedikustandi.wordpress.com

Maybe granny used to say "you can't break a stick in a bundle".
Fact is, we are part of something bigger community in the world right now.
Everyone is watching us.

Population over 250mil people, 5 acknowledged religion, 17.000 islands, 250 distinct cultural groups, 700 mutually unintelligible languages.
Make us a good example of unity in diversity implementation, tolerance, respect to each others and living in harmony.

I remembered when i was a kid, Indonesia named as smile countries.
May not be named like that for no reason.

Don't give up on that.

Because i'm sure, this country never give up on us.
That is what being part of good citizen is all about.

There is nothing impossible for better tomorrow.

I believe...

#unityindiversity
#indonesia

Kamis, 25 April 2013

Esensi dalam mendesain sebuah Logo


Bagi saya, Logo merupakan salah satu bagian yang sangat esensial dalam membangun sebuah merek atau brand bagi perusahaan, perkumpulan, produk, atau hal-hal lain yang dianggap membutuhkan sesuatu hal yang singkat dan dapat dengan mudah diingat.

Dalam mendesain sebuah Logo, bukan hanya menyoal kreatifitas sang desainer dalam mendesain sebuah Logo yang kompleks dan detail, melainkan juga diperlukan business sense yang sangat cermat, terutama dalam bagaimana sebuah Logo dapat segera merefleksikan ekuitas merek atau brand equity yang diusungnya.

Logo dapat digambarkan sebagai visual ikon unik yang mengidentifikasikan, sesuatu yang bisa mengkomunikasikan dengan jelas, publikasi pihak tertentu kepada sasaran yang tertentu pula.

Pesan-pesan marketing dikemas semenarik mungkin untuk memudahkan konsumen dalam mengingat pesan tersebut. Dan pesan-pesan tersebut tidak semata-mata verbal melainkan juga harus cukup kuat untuk dapat diingat secara visual.

Di sinilah letak desain grafis bermain. Untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu yang diinginkan oleh pihak-pihak tertentu kepada sasaran yang tertentu pula dengan harapan sasaran tersebut mau memikirkan, merasakan dan melakukan perilaku tertentu yang diinginkan oleh pengirim pesan. Bisa jadi terdiri atas nama, istilah, tanda, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut.

Dengan melihat Logo, kita dapat segera membayangkan layanan yang akan diberikan, seperti ketika anda melihat Logo “KFC”, bisakah anda dapat segera membayangkan rasa lezat ayam goreng dengan rasa bumbu yang khas,


atau ketika anda melihat Logo si kuda jingkrak “Ferarri” bisakah anda dapat segera membayangkan sensasi balap ketika duduk mengendarainya?

Melihat pertimbangan strategi pesan dan tujuan pengiriman pesan tersebut maka tak heran banyak mungkin kita lihat dalam kehidupan sehari-hari Logo yang didesain tidak menginspirasi, bahkan cenderung abstrak bahkan hanya mengedepankan sisi art desain. Sehingga pada akhirnya, Logo tersebut “meaningless” dan “nice to have”.

Sekedar sharing, dibawah ini beberapa logo yang pernah saya buat selama ini.




Selasa, 16 April 2013

Indonesia Bangkit ! Kita Bisa !



Kepalkan tangan ke atas, teriakkan dengan lantang, kita bisa,
Biarkan gemanya bergerumuh, nun jauh tinggi mengarungi jagat angkasa,

Tunjukkan bangsa ini, bangsa hebat, terhormat, bermartabat tinggi,
Kepada para pemimpin, berhentilah bermain, rakyatmu sudah lelah tersakiti,

Bersama kita bangun kembali NKRI,
Sebagaimana pendahulu kita mengorbankan diri,

Bangun kembali harkat dan martabat yang hilang,
Mari kita songsong masa depan gemilang,

Selasa, 09 April 2013

Bangsa ini haus akan sosok Superhero - menelisik kasus penyerangan LP Cebongan



Bangsa Indonesia, saat ini sepertinya benar-benar kekurangan profil penegak hukum yang menginspirasi, Tokoh yang benar-benar bersih, tegas, wibawa dan bekerja semata-mata untuk rakyat.

Aksi para oknum penegak hukum mulai dari level paling bawah hingga atas, yang tertangkap mengkonsumsi narkoba, judi, korupsi, beristri lebih dari satu dan bahkan yang paling hangat saat ini ketika ada seorang oknum Polisi di Bali memeras seorang turis asal Belanda dan kemudian dilanjutkan dengan minum bir di dalam pos Polisi tempat oknum tersebut bertugas, yang mana kejadian ini terekam secara jelas dan kemudian beredar secara internasional melalui media Youtube.com, menambah daftar kelam kinerja aparat penegak hukum di negara ini.


Penegakan hukum yang tidak berjalan dengan baik, membuat masyarakat sangat merasakan bahwa aksi-aksi premanisme sudah pada taraf yang mengkhawatirkan, mulai dari preman kelas teri hingga kelas kakap. Pemerkosaan, penculikan, perampokan, pembunuhan, mutilasi dan lain sebagainya, saat ini semakin akrab di mata dan telinga masyarakat melalui pemberitaan di sebagian besar media nasional. Mendengar pemberitaan tersebut, masyarakat pun sudah diteror secara psikologis. Seolah preman-preman tersebut tidak takut dijatuhi hukuman oleh para penegak hukum.

Masyarakat resah, keamanan diri, keluarga dan harta benda merasa terancam, tidak ada rasa nyaman bagi mereka ketika berjalan seorang diri, di dalam transportasi umum bahkan ketika tinggal dirumah, menakutkan, namun tidak ada daya apa-apa, sehingga ketika sekelompok oknum Kopassus yang menyerbu LP Cebongan dan membunuh 4 narapidana yang diduga berkaitan dengan tewasnya anggota Kopassus Sertu Heru Santoso di sebuah tempat hiburan malam, di dalam sel LP, yang mana proses penyerbuan hingga melarikan diri cuma berlangsung 10 menit saja, dianggap masyarakat menjadi pahlawan.

Hal ini dapat dilihat juga dari dukungan berupa pesan berantai dukungan terhadap Kopassus melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan Blackberry Mesengger. Bagi para pendukung, penyerangan lapas dianggap sebagai aksi pembersihan premanisme.

Tidak salah apabila masyarakat menilai seperti itu, karena di mata mereka, Kopassus memiliki track record yang sangat baik, mungkin belum lupa di ingatan kita, bagaimana Serda Nicolas berhasil menggagalkan aksi perampokan dan percobaan pemerkosaan yang hendak dilakukan pengemudi mikrolet kepada seorang karyawati, atau keberhasilan team Kopassus dalam pencarian FDR pesawat SUKHOI yang jatuh di gunung salak, serta menolong korban banjir di Pluit hingga menangani ikan hiu paus yang terdampar di pantai Pandansimo Baru, Bantul.

Dengan kata lain, lemahnya motivasi para aparat penegak hukum selama ini dalam menjaga rasa aman dan nyaman pada masyarakat untuk menumpas para preman sepertinya sudah tergantikan oleh aksi sekelompok oknum Kopassus tersebut. Masyarakat melihat harapan.

Namun apapun itu, Indonesia adalah negara hukum, jadi siapapun yang bersalah harus dihukum setimpal dengan perbuatannya. Karena, kasus penyerbuan ke lapas atau penusukan terhadap aparat negara ini bisa merembet dan ditiru oleh pelaku kekerasan lain, apabila dibiarkan begitu saja tanpa penyelesaian hukum.

Sabtu, 02 Maret 2013

Mengenal Etos Kerja


Seperti apakah etos kerja itu?
Pertanyaan ini sepertinya mempunyai jawaban yang gampang untuk diucapkan namun sulit dipraktekan secara profesional.

Etos berasal dari bahasa latin – Ethikos – yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Sebuah karakter, cara hidup, kebiasaan, motivasi atau tujuan moral seseorang serta pandangan hidup mereka.

Dengan kata lain, etos adalah sebagai aspek evaluatif sebagai sikap mendasar terhadap diri dan dunia mereka yang direfleksikan dalam kehidupannya sehari-hari.

Sedangkan pengertian etos dalam dunia kerja, atau kita singkat, etos kerja, adalah sebuah konsep yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang dalam memberikan “yang terbaik” dari yang di miliki, apapun situasi dan kondisinya, secara baik dan benar di tempat pekerjaan melalui perilaku kerja mereka secara unik.

Etos kerja merupakan; (1) dasar motivasi yang terdapat dalam budaya suatu masyarakat, yang menjadi penggerak batin anggota masyarakat pendukung budaya untuk melakukan suatu kerja. (2) nilai-nilai tertinggi dalam gagasan budaya masyarakat terhadap kerja yang menjadi penggerak bathin masyarakat melakukan kerja. (3) pandangan hidup yang khas dari sesuatu masyarakat terhadap kerja yang dapat mendorong keinginan untuk melakukan pekerjaan.

Adanya etos kerja yang baik dan benar dalam sebuah perusahaan akan menjadi salah satu dampak keberhasilan perusahaan tersebut. Setiap karyawan akan menghasilkan cara kerja yang produktif sehingga menghasilkan nilai tambah. Produktifitas kerja berkaitan dengan hasil yang lebih besar ketimbang sumber daya yang ada. Jika banyak orang namun hasil yang dikeluarkan sedikit maka dapat dipastikan demikian disebut tidak produktif.

Minggu, 03 Februari 2013

Gowess.... (1)

Tak terasa sudah 2 tahun saya menekuni hoby bersepeda ini. Awalnya sih iseng2 saja, mau berolahraga cari keringat, ehh.. ternyata bikin ketagihan, baik gowesnya maupun merakit sepedanya.. hahahha..

Hitung-hitung, mungkin sudah 8 sepeda yang pernah di rakit, 7 sepeda diantara saat ini sudah terjual dengan berbagai macam alasan, namun yang satu pasti, testimonial dari semua pembeli “ Omm.. Gan.. Mas… sepeda nya asli kerenn”  hahahaha gede kepala jadinya nih.. . hmm terkadang terpikir juga untuk buka toko sepeda custom.

Yuk, langsung saja kita intip satu persatu sepeda yang pernah dirakit itu..


Sepeda 1 - 2010
Sepeda pertama milik saya ini, beli nya sudah jadi, di sebuah toko sepeda di Depok. Kalau dilihat dari bentuknya, seperti nya sepeda merek “Federal” namun sudah di repaint hijau, saya pakai wara wiri di seputaran komplek saja dan sebenarnya lebih banyak diam tanpa makna di carport rumah..

Setelah bergaul dengan Yoppy, pemilik toko sepeda “CSB” di Depok, akhirnya saya repaint silver dengan memakai custom decals sepeda merk “Panasonic”.. hasilnya.. alhamdulillah tidak malu-maluin, walaupun biaya untuk upgrade nya 5 kali lebih besar dari ketika membeli sepeda tersebut, yahh tidak apa-apa, yang penting kereeen…

Penampakan 2010

Penampakan 2013 – sesudah di repaint ulang + pasang fork RST 191


Sepeda 2 - 2010
Setelah mempunyai sepeda custom “Panasonic” saya kepikiran untuk bermain off road, sehingga dibuatlah cek list part2 apa yang akan dipasang untuk dirakit menjadi sebuah sepeda MTB lengkap dengan bujetnya. biar tidak over bujet..(penyakit sewaktu ngerakit sepeda.. hahahha)

Frame “Thrill Agent TR 1” warna hitam dan Full Groupsetnya (Shimano Alivio 9 Speed) saya dapat di sebuah toko sepeda di Cirebon, kebetulan harga yang ditawarkan cukup miring ketimbang toko-toko di Jakarta. Saya dapatkan ketika pulang business trip dari Jawa. Alamat toko tersebut tidak sengaja saya temukan di sebuah koran ketika sarapan pagi di hotel, lihat sebuah iklan toko sepeda yang baru dibuka, kalau tidak salah namanya “Planet Sepeda”, langsung siangnya ketika selesai dealer visit, saya berkunjung ke toko ini.

Setelah beli frame dan groupset, saya mencari fork depan, awalnya saya ingin mencari SR Suntour XCR disc only (berhubung framenya juga tipe disc only) namun ternyata tidak ada, akhirnya saya pinang SR Suntour Raidon tipe coil, travel nya 100 (atau 10 cm).

Setelah semua part terkumpul, akhirnya saya rakit dan test drive pertama kali ke jalur trek JPT (Jalur Pinggir Tol) dengan route Tanjung Barat – Cimanggis – Gunung Putri – Sentul – Tanjung Barat.

Wweeehh… asli  “ngappp” bener..  namanya juga baru mulai sepedaan, dihajar +/- 40 km, napas rasanya bunyi ngak ngik ngok .. but it really fun. I love it. Trek hutan UI menjadi trek selanjutnya yang saya coba minggu depannya…

Setelah dipakai sebentar, akhirnya sepeda ini berpindah tangan karena adik juga kepingin main sepeda. Di kepala saya sudah kepikiran untuk membuat sepeda dengan groupset SLX Dynasys 10 Speed..pasti tambah ajibb…


Sepeda 3 – 2010
Setelah diskusi panjang lebar dengan Yoppy, dia menyarankan saya untuk membeli frame sepeda “United Dominate XC-EL” warna abu-abu ukuran 16, karena katanya, frame tersebut sangat kuat untuk di siksa, geometri nya enak dan yang paling penting, harga nya cukup bersahabat dengan kantong. Dan satu lagi, warna abu-abu ini juga jarang, lebih banyak warna putih dan hitam yang dipakai oleh para goweser.

Sebagian besar toko sepeda di Jakarta saya sambangi, dan selalu tidak ada stok, akhirnya dapat info kalau frame tersebut coba dicari di  toko sepeda “ATEK” bawah jembatan Kebayoran Lama. Akhirnya coba saya langkahkan kaki kesana, dan voilaa… frame tersebut memang benar ada. Tanpa berpikir dua kali, langsung saya tebus, dan pekerjaan selanjutnya adalah mencari groupset SLX Dynasis 10 speed dan fork tipe air (suspensi depan menggunakan tekanan udara) bukan coil.
Baik groupset SLX dan fork Titan air travel 100 saya dapatkan di toko sepeda “Yerikho” Kramat Jati.

Setelah semua part terkumpul, langsung saya rakit dan coba kembali di trek JPT…
Uhmmm…harga memang tidak bohong… bantingan fork lembut dan shifting nya halus benerr… dan geometri nya cocok banget.. enak buat gowes dan tidak pegal..

Sepeda ini tidak lama saya pakai, dikarenakan ada kebutuhan mendesak, sehingga harus berpindah tangan ke Bandung.



Sepeda 4 – 2011
Saya masih terobsesi dengan sepeda yang ke dua. Namun dikarenakan keterbatasan dana, saya akhirnya memutuskan untuk memakai kombinasi part baru dan yang seken, frame tetap memakai model yang sama. Alhamdulillah, saya mendapatkan Fork Rockshox Tora, Brake Shimano Hydraulic dan Crank FSA Comet HT dari teman saya, Ary Wibowo, copotan dari sepedanya. Saya coba kombinasikan dengan pengetahuan saya ketika merakit 2 sepeda yang awal, shifter dan FD saya pakai Shimano Alivio dan RD nya saya pakai Shimano Deore Shadow, hub tetap memakai Novatec namun saat ini berwarna merah anodize, boleh dibilang sepeda ke tiga ini, penyempurnaan dari sepeda yang ke 2 walaupun tidak memakai drivetrain 10 speed.

Sepeda ke tiga cukup lama saya pakai, menemani saya mulai dari hutan UI, Jalur Pinggir Tol (JPT) sampai ke NuRA dan Telaga Warna, maknyusss… (meskipun tangan dan *maaf, pantat, harus bergetar dengan hebatnya ketika melibas makadam, batu-batu kecil yang tersusun baik teratur maupun tidak di lintasan trek Nura-TW.. irii sekali lihat teman-teman yang memakai sepeda tipe full fuspensi (fulsus), seperti nya kok enak beneer… terlintas di pikiran, nanti kalau ada rejeki, harus merakit satu sepeda fulsus nih.. hehehehe



Sepeda 5 – 2011
Istri sudah mulai komplain dengan aktifitas gowes saya, sehingga akhirnya di putuskan untuk “meracuni” hobby ini dengan merakit sepeda sesuai dengan keinginannya, yaitu dominasi warna merah… :D

Karena tinggi istri tidak terlalu tinggi, maka saya coba cari frame dengan ukuran XS (14-15), sebenarnya cocok di ukuran 14, namun ukuran tersebut sangat susah dicarinya, kalaupun ada, hanya merek terkenal seperti “Giant” yang harganya selangit, akhirnya saya putuskan untuk merakit frame “United Dominate 011” ukuran 15.

Groupset yang dipasang memakai Shimano Alivio 8 speed, fork SR XCR travel 100, Crank nya juga memakai SR XCR, Hub Freehub Formula, dan Brakeset mekanik memakai Bengal.

Setelah di coba beberapa kali, istri lagi-lagi komplain, katanya size frame nya masih kebesaran walaupun seatpost sudah di turunkan maksimal, sehingga lebih banyak terduduk lesu di kamar depan, berbulan2 tidak dipakai.

Melihat hal itu, saya bilang ke istri, bagaimana kalau dijual dulu, jadi saya bisa rakit sepeda fulsus, lagian sayang juga sudah lama tidak dipakai. Akhirnya istri setuju dan sepeda berpindah tangan ke Bandung.



Sepeda 6 – 2012
Alhamdulillah, akhirnya dapat juga rakit sepeda fulsus dengan memakai frame “United Dominate 611 AM Series” dengan modal awal saya terpaksa menjual beberapa sepeda yang di miliki.

Frameset nya cukup menarik dengan model shock belakang di atas, namun shock aslinya masih memakai per spiral, KS 290 yang saya ganti dengan Rock Shox Ario RL. Setelah hunting kiri kanan via Bukalapak.com akhirnya selesai juga sepeda ini.

Groupset memakai full Deore, Fork SR Epicon air yang dirubah travel nya menjadi 140 dan Shock RS Ario RL, sedangkan Hub Freehub memakai Novatec dan Rims memakai Folker AM yang sudah saya tempelkan sticker Shimano MT 55… kereeen.

Tidak pakai tunggu lama, langsung saya coba ke NuRA.. rasanya? Memang maknyusss..

Bantingan belakang berasa lembut dan travel 140 pada fork SR Epicon di depan juga membuat posisi ketika menuruni turunan di Nura tidak terlalu menunduk, wess.. pokoknya enak tenan…sudah tidak gemeteran lagi euyy…

Namun sepeda ini juga tidak terlalu lama saya pegang, yang akhirnya harus berpindah tangan pemiliknya di Pancoran untuk di bawa ke Kalimantan.


bersambung..... 

Gowess.... (2)

Sepeda 7 – 2012
Sepeda ini terinspirasi dari komunitas sepeda motor matic yang suka memakai warna2 anodize yang terlihat sangat ngejreng. Akhirnya saya coba merakit dengan kombinasi warna putih dan gold anodize dengan spek XC Trail yang artinya memakai travel depan cukup tinggi 120-140 (12-14 cm).
Frameset saya pakai menggunakan “United Dominate 011” warna putih dengan kombinasi Rims, Handlebar, Stem, Seatpost dan Hub Freehub warna gold anodize.

Seperti sepeda yang lain, sepeda ini juga tidak lama, dan berpindah tangan ke Surabaya



Sepeda 8 – 2012
Iseng2 ketika hari Minggu, browsing di bukalapak.com, loh.. kok lihat ada yang jual frame “United Miami XC73 size 14”?? Akhirnya saya telp langsung si penjual dan menanyakan apakah benar ukuran nya 14 dan dijawab benar oleh sang penjual.

Setelah proses negosiasi selesai, saya langsung jalan untuk menjemput frame tersebut dengan istri ke Bandung, janjian dengan sang penjual di pintu keluar tol Pasteur.  Setelah bertemu dengan sang penjual, saya langsung mengukur ukuran framenya apakah benar 14 atau tidak, dan .. ternyata benar. Langsung saya bayar.

Cukup lama juga untuk merakit sepeda ini dengan browsing ke bukalapak.com. Mencari part2 yang tidak terlalu mahal karena saya tahu, pasti dipakai nya juga jarang2 hahahha

Akhirnya setelah lengkap, sepeda dirakit dan dicoba, istri bilang framenya sekarang sesuai dan enak untuk dipakai gowes.. alhamdulillah

Part yang dipakai, Groupset Accera 9 speed, Fork SR XCM travel 80, Crank SR XCM, dan Hub Freehub Rival


Saat ini saya memakai sepeda fulsus “Adrenaline AM 3.0” dan hard tail “Merida Champion edition”, beli full bike saja walaupun akhirnya ada beberapa part yang diupgrade, lagi gak mood untuk merakit sepeda hehehe..



Jumat, 11 Januari 2013

Entrepreneurship Employee



Entrepreneur muncul sebagai salah satu kosa kata yang mulai populer di dalam Bahasa Inggris, sekitar tahun 1852, di saat para pemilik modal dan para pelaku ekonomi di Eropa sedang berjuang keras menemukan berbagai usaha baru, baik sistem produksi baru, pasar baru, maupun sumber daya baru untuk mengatasi kejenuhan berbagai usaha yang telah ada.

Definisi ini kemudian berkembang sebagaimana yang dipaparkan oleh para ahli sebagai berikut:

Peter Drucker, Ability to create the new and different.
Andrew J Dubrin, Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business.
Robbin & Coulter, Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship employee adalah seorang karyawan (employee) yang memiliki mindset entrepreneur dimana karyawan tersebut dapat menciptakan peluang, kreatif dan inovatif dalam  menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin di hadapinya.

Segelintir karyawan mungkin mempunyai etos kerja seperti ini, namun sebagian besar karyawan lebih banyak senang berada pada zona nyaman (comfort zone), dimana karyawan “hanya” akan bertindak sesuai dengan fasilitas yang disediakan dan memilih melakukan sesuatu dengan resiko yang paling minimal.

Karyawan yang sudah mempunyai mindset entrepreneur akan menjadi aset yang berharga bagi perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis yang ketat dan lingkungan bisnis yang cepat berubah saat ini.

Lalu, bagaimana menemukan talenta entrepreneur dalam diri karyawan atau pada saat memilih calon karyawan? Memang tidak mudah, karena semangat entrepreneurship lahir dari dalam diri masing-masing individu, walau sebenarnya semangat kreatif atau inovatif bisa ditumbuhkan dengan dilatih, namun tetap bahwa harus ada kemauan dari dalam diri karyawan.

Apabila semangat entrepreneurship telah dapat lahir dan berkembang dalam diri karyawan, tetap harus didukung oleh lingkungan perusahaan yang kondusif. Bila karyawan harus kreatif dan inovatif, maka budaya perusahaan juga harus mendukung. Bisa dibayangkan ketika seorang karyawan ingin berkembang dengan ide-ide kreatifnya, sementara perusahaan tetap bertahan dengan aturan dan SOP yang justru membelengu, tentu tidak akan mencapai hasil yang diinginkan.

Budaya perusahaan harus sejalan dengan semangat entrepreneurship supaya tidak mengalami kegagalan saat semangat entrepreneur tersebut berkembang di lingkungan perusahaan.
Para pemimpin perusahaan harus lebih dulu dimunculkan spirit entrepreneurshipnya, setelah itu, spirit yang sama harus menyentuh semua bagian dari perusahaan tersebut.

Baik perusahaan besar atau perusahaan kecil spirit entrepreneurship bisa di muncul kapan saja, asal perusahaan tersebut membudayakan juga spirit entrepreneurship. Karyawan akan tumbuh dan berkembang seiring sejalan dengan perusahaan. Karena apabila semangat tersebut muncul hanya dari salah satu pihak saja, maka kerap kali akan muncul konflik antara karyawan dan manajemen perusahaan, dimana penilaian tersebut bisa saja seperti tidak kooperatif, lamban atau anti perusahaan.

Apabila konflik seperti ini muncul, maka tugas perusahaan untuk bisa mengaturnya, karena apabila perusahaan dapat melakukan manajemen konflik dengan baik, maka akan menghasilkan hasil yang positif bagi karyawan juga untuk perusahaan.

Perlu juga ditanamkan sikap kompetisi, bukan antar karyawan atau divisi lain, namun dengan perusahaan sejenis atau produk sejenis. Justru antar divisi harus bisa bersama-sama menghasilkan sesuatu yang baik supaya hasilnya adalah produk-produk dengan kualitas yang baik, dan tetap, berbiaya murah.

Sabtu, 15 Desember 2012

Gowes di NuRA + TW 5

Senin malam saya dikejutkan oleh bunyi di Blackberry saya, setelah di lihat, ternyata ada message dari akhi (bahasa arab=saudara) Joko, yang mengajak gowes hari sabtu pada minggu yang sama ke trek NuRA (Rindu Alam) bersama dengan beberapa temannya.

Tanpa menunggu lama, langsung saya iyakan, ini kesempatan yang bagus sembari saya mau test drive sepeda ter-gress saya – Adrenaline AM 3.0, ujar saya dalam hati dengan senangnya.

Hari yang ditunggu tiba, sabtu pukul 06.00 pagi kita ketemuan di SPBU Ciawi dan kemudian beriringan sampai ke restoran sate *maaf saya lupa namanya*, parkir disana sekalian loading sepeda ke mobil angkot yang sudah menunggu.

Angkot langsung menuju warung mang Ade, langsung kami menyantap sarapan nasi goreng terlebih dahulu. Modal bahan bakar gowes.. hehehe, total ada 4 orang yang ikut gowes, saya, akhi Joko, Pak Hamzah dan Pak Iwan.

Selesai sarapan, lansung kita naik angkot kembali menuju titik start gowes di NuRA, unloading, briefing dan berdoa bersama semoga aktifitas gowes ini aman dan dilindungi oleh Allah SWT, amin.

First Stage – NuRA 
Selesai berdoa, segera kita ke posisi start, langsung menghadang di hadapan kami turunan tajam, asyik kata saya. Sepeda melaju dengan cepatnya.. namun kesenangan itu tidak lama. Sekitar 10 menit berselang, tanjakan didepan sudah menghadang, shifting gear biar bisa nanjak.. kata pribahasa Jawa, pelan-pelan asal klakon.. hehehehe.

Perjalanan dilanjutkan hingga perkebunan teh Gunung Mas, dimana mobil pick up sudah menunggu untuk mengangkut kami menuju TW 5.

Pak Iwan, Pak Hamzah, Saya

Saya, Pak Hamzah, Akhi Joko

Akhi Joko, Saya

Second Stage – TW 5
Sesampainya di TW 5, turunan-turunan yang cukup ekstrim telah menanti kita, dari atas TW 5, kita bisa melihat goweser meliuk-liuk di turunan hingga menghilang di balik rimbunnya pepohonan. Turunan TW 5, sangat menggelorakan adrenalin saya, ngeper juga euy, samping kiri jurang, samping kanan tebing. Treknya kecil pula. Hadeeeeehhh.. but it was fun.. really fun.. :) kalau sudah begini, hilang beban stress selama berminggu-minggu dalam rutinitas pekerjaan.

Pak Iwan, Akhi Joko

Pak Hamzah, Akhi Joko, Saya

Keluar dari TW 5,  kita lanjut gowes aspal menuju restoran tempat kita parkir tadi pagi. Sesampainya disana, langsung mandi dan makan sate kambing.. ajibbbb….

Narsis dulu dengan Adrenaline AM 3.0 - ajibbb

Jumat, 30 November 2012

Pantang menyerah meski sudah tua

Ibu penjual rempeyek
Tertegun mata ku ketika melihat seorang ibu tua penjual rempeyek, duduk tepat disamping ku di sebuah gerobak bubur ayam, hari itu hari minggu, ketika saya ingin membeli semangkok bubur ayam, karena lapar, habis gowes sepeda dengan teman-teman.

“Rempeyeknya berapaan bu?” kata saya membuka pembicaraan
“Rempeyeknya satu plastik 3 ribu, neng..” jawab si ibu tua dengan suaranya yang parau (red. biasanya beberapa daerah di Jakarta, pemakaian kata "neng", suka di pergunakan oleh orang tua sebagai sapaan pengganti kata anak, mas, atau seperti kata tole di Jawa).
Saya mengira melihat posisi badan agak terbungkuk dan juga dari suaranya sekitar usia 60 tahunan.

“oo.. saya ambil satu yah bu…” ujar saya , sambil mengambil satu bungkus rempeyek dari tentengan nya di tanah. Saya melihat tidak begitu banyak rempeyek. Penasaran, saya lantas bertanya kepada ibu itu…

“Biasanya berapa bungkus ibu bawa rempeyek, bu? “ kata saya
“Cuman bawa paling banyak 10 bungkus neng, karena ibu juga tidak bisa masak banyak-banyak..” jawab si ibu

Subhanallah, hanya buat 10 bungkus, dikalikan 3 ribu berarti si ibu “hanya” mengumpulkan sehari itu 30 ribu saja. Kalau dihitung lagi, setelah potong minyak tanah, kacang, tepung dll, mungkin bersihnya hanya 10 ribu rupiah saja.

Sambil makan bubur ayam, iseng-iseng saya ajak ngobrol si Ibu, yang kemudian bercerita kalau tinggal di Jakarta ini seorang diri, suaminya tinggal di kampung, menjadi petani. Hasil jualan rempeyek nya di kumpulkan sedikit demi sedikit untuk biaya hidup si Ibu itu di Jakarta dan dikirimkan kepada suaminya. Sedangkan anak-anak si ibu itu sudah menikah semua.
Selesai makan bubur, semua rempeyek yang ada, kami beli semua dan dibagikan kepada teman-teman lain yang ikutan gowes.




Ibu penjual makanan kecil di SPBU dekat terminal bis Bantul
Perjalanan mudik ke Surabaya, lebaran kali ini benar-benar sangat melelahkan, jalanan sangat padat diisi oleh banyak sekali pengendara motor.
Jalur pulang arah selatan yang biasanya juga agak lenggang, kali ini macet amat sangat..
Hari beranjak sore, dan kami masuk daerah kota Bantul, kebetulan saat itu masuk waktu maghrib, saya putuskan untuk istirahat sebentar di SPBU terdekat, sekalian sholat, isi bensin sekalian meregangkan kaki dan badan.

Ketika saya menuju musholla yang terletak di belakang SPBU, saya melewati seorang ibu penjual jajanan makanan, sekilas saya lihat ibu ini sudah berusia sekitar 70 tahun, namun kelihatan masih sehat berjualan saja. Yang dijual juga cukup banyak sekali macam ragamnya..
Saya nanti mampir deh, ujar saya dalam hati.. tak lama kemudian setelah habis sholat, saya segera menuju tempat dagangan ibu itu. Sambil jongkok, saya lihat di bakul dagangannya ada pisang rebus, kacang, gorengan, dan penganan kecil khas jawa lainnya.
Saya langsung ambil kacang dan iseng mengajak ngobrol si ibu tersebut.

Panjang lebar, ngalor ngidul, ngobrol sambil berusaha mengerti penggalan kata berbahasa jawa, saya jadi tahu kalau si ibu ini sudah jualan jajanan makanan ini selama lebih dari 30 tahun, biasanya mengantongi omset jualan kurang lebih 50 ribu sehari. Namun, dipotong ongkos becak pulang pergi 20 ribu, sehingga bersih 30 ribu, belum di potong bahan baku nya seperti pisang, kacang, minyak goreng dan lain lain. Tidak terbayang berapa penghasilan bersihnya dari berjualan jajanan ini. Selain itu, Ibu ini juga sudah tinggal sendiri dirumah, anak-anaknya juga sudah berkeluarga dan menjadi petani.

Setelah selesai ngobrol, saya menanyakan berapa semua yang kami makan, kebetulan selain saya, istri, adik, orang tua juga jadi jajan disitu, si Ibu kami kasih lebih, namun Masya Allah, si Ibu berusaha untuk tidak menerima pemberiaan tersebut dengan cuma-cuma, Si Ibu bahkan meminta kami untuk mengambil lagi penganan yang ada, namun kami tolak dengan halus seraya merayu supaya si Ibu menerima pemberiaan kami.
Akhirnya si Ibu mau juga menerima dengan cuma-cuma, dan juga menyempatkan untuk mendoakan berbagai kebaikan untuk kami sekeluarga.. Amiin.. Subhannallah



Moral of Story
Sekarang ini banyak sekali, anak muda yang sedikit-sedikit mengeluh, pekerjaan nya susah lah, ribet lah, capek lah, males lah, uang nya kecil lah dan sejuta alasan lainnya, sebagian lagi terlihat ada yang mengemis bahkan tidak sedikit yang datang ke dukun/orang pintar, untuk dapat secara instan mendapatkan hasil yang besar. namun ibu penjual rempeyek dan ibu penjual makanan di Bantul, mengajarkan kita dengan amat sangat dalam, apabila ada keinginan dan kesabaran, semua hambatan bisa diatasi, terlebih adalah bersyukur apa yang sudah didapat...tidak ada yang tidak bisa!

Rabu, 27 Juli 2011

studi luar negeri nya tidak usah jauh-jauh pak !


Dikutip dari laman kompas.com Jumat, 18 Februari 2011, "...bahwa tim Indonesian Corruption Watch (ICW) akhirnya memperoleh sejumlah hasil studi banding anggota Dewan yang dilakukan sepanjang tahun 2010 dari pihak Setjen DPR, Jumat (18/2/2011)

"Sebagian besar sudah disampaikan walaupun belum sepenuhnya," ujar peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), Abdullah Dahlan. Dahlan mengatakan, sejumlah hasil studi banding yang sudah diserahkan adalah hasil studi banding Badan Urusan Rumah Tangga ke Perancis, Komisi III ke Inggris, Komisi X ke Afrika Selatan, Komisi IV ke Belanda, dan Badan Kehormatan ke Yunani....". 

Berkerinyit kening saya membacanya.., apa yang dicari untuk studi banding jauh2 ke luar negeri seperti itu?
Padahal menurut saya, dengan kondisi negara saat ini, dimana jurang perekonomian antara si kaya dan si miskin sangatlah lebar, tidak meratanya pembangunan antar propinsi dan pusat, dan segudang permasalahan nasional lainnya yang tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit, skala prioritas sangatlah perlu, pengalaman saya, para anggota dewan cukup rasanya untuk melakukan studi banding ke negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura, naik low cost carrier atau penerbangan lokal sendiri daripada naik penerbangan asing yang biasanya lebih mahal dan hotel juga tidak perlu bintang lima, toh dalam studi banding tersebut biasanya sampai larut malam, tinggal tidur, asal disediakan breakfast saja, saya rasa sudah cukup :-).... ingat semua uang yang dipergunakan adalah menggunakan uang pajak dari rakyat anda! 

Kemudian lihat apa yang telah dilakukan dan dihasilkan oleh Pemerintah masing-masing negara tersebut untuk rakyatnya...baik dari sisi pengembangan transportasi umum, infrastruktur, undang-undang, pelayanan kesehatan dan lain-lain. 

Tidak usah malu-malu menerapkan konsep ATM (Amati Tiru Modifikasi) dalam penerapan hasil studi banding itu di Indonesia, what importance is EXECUTION and CONTROL... gak usah gengsi-gengsi an dan jangan buat PLANNING terus... ! #cape dehh.... 

Sebagai contoh, saya sangat salut dengan semboyan Satu Malaysia, dimana program 2009 bertema kan Rakyat Didahulukan, Pencapaian Diutamakan (People First, Performance Now) dan program 2010 Menjana Transformasi (Generating Transformation).... mereka punya visi yang jelas... dulu juga Indonesia punya REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun), namun sekarang....? 
Kapan Indonesia menyusul....???


Penulis didepan Menara Petronas yang memasang spanduk 1 Malaysia


REPELITA
img source : http://obrolanangkring.blogspot.com

i'm back..

surprisingly! saya pikir apabila sudah tidak lama beraktifitas di blog ini, otomatis account langsung di delete, namun ternyata tidak, okaay, then i must try to allocated my rush hour to writing some thought or let say, ... sharing something ?.... so, what i waiting for? let's start tonight... :)

Selasa, 16 November 2010

[Press Release 6] Panasonic Menawarkan Kelas Masa Depan: Hands-On Panaboard UB-T880

Layar sentuh berukuran 80 inci tentu berharga puluhan juta, bukan? Tidak selalu begitu menurut Panasonic. PT. Gobel Dharma Nusantara (GDN), selaku distributor resmi Panaboard, kembali merilis produk terbaru mereka ke pasar Indonesia, tepatnya papan tulis elektronik tipe UB-T880, hari ini di Pisa Cafe, Jakarta. Panaboard tipe terbaru ini mengusung beberapa teknologi mutakhir yang membuat rapat, presentasi dan kegiatan belajar mengajar kian efisien.


Dahulu, produk papan tulis elektronik tidak lebih dari sebuah whiteboard “borju”. Harganya mahal dan menggunakannya sulit, apalagi memaksimalkannya. Tidak lagi, dengan tipe terbaru papan tulis elektronik dari Panasonic, Panaboard UB-T880. UB-T880 pada dasarnya adalah layar proyektor resolusi tinggi yang juga merupakan alat input. Dengan karakteristik seperti tablet, UB-T880 dapat menerima input pada layar menggunakan pena elektronik maupun menggunakan sentuhan jari. Tidak hanya itu, UB-T880 juga merupakan Panaboard pertama yang mendukung multitouch.

“Dengan produk terbaru ini, kami mengharapkan penetrasi produk Panaboard di pasar Indonesia semakin kokoh. Selama ini kami telah memenuhi berbagai kebutuhan akan produk ini, terutama untuk pemakaian korporat lokal maupun multinasional. Dengan diluncurkannya produk baru ini, kami mengharapkan konsumen jadi punya pilihan yang lebih variatif dan kompetitif”, tutur Rinaldi Sjarif, Pimpinan PT. Gobel Dharma Nusantara.




Sabtu, 06 November 2010

[Press Release 5] Panaboard, Papan Tulis Elektronik


TEMPO Interaktif, Jakarta - Papan tulis elektronik Panaboard UB T880 diluncurkan PT Gobel Dharma Nusantara, distributor resmi Panasonic di Jakarta, pada Kamis lalu. Ini merupakan produk layar proyektor resolusi tinggi sekaligus sebuah alat input.

Panaboard memiliki layar ukuran 77 inci terbuat dari melamin keras dengan lapisan khusus yang tahan gores dan cipratan air. Layarnya berkarakteristik seperti tablet, menerima input pada layar dengan pena elektronik maupun sentuhan jari.

"Keistimewaannya dibanding papan tulis sebelumnya, produk ini mendukung multitouch dan multitasking sehingga lebih interaktif dan menyenangkan," ujar General Manager Product Sales Panasonic Gobel, Alland Toscalino.

Segala informasi yang tertulis di layar saat proses rapat atau belajar dapat direkam dan terkoneksi dengan komputer pribadi (PC). Aplikasi Panaboard memiliki fitur pengenalan bentuk dan teks. Seperti bentuk geometris akan dikoreksi secara otomatis menjadi lebih sempurna dan dikenali untuk disimpan dalam sebuah file.
Di dalamnya juga terdapat speaker terintegrasi. Pengguna cukup menghubungkan Panaboard dengan port audio 3,5 mm di semua desktop atau notebook. Untuk memudahkan pengoperasian, papan tulis ini mempunyai 2 port USB hub.

Namun Panaboard baru dapat beroperasi dengan Windows XP (SP3 atau seterusnya), Windows Vista, dan Windows 7. Produk ini dibanderol mulai Rp 25 juta per unit.

DIAN YULIASTUTI

url : http://www.tempo.co/read/news/2010/11/06/172289831/Panaboard-Papan-Tulis-Elektronik

Jumat, 05 November 2010

[Press Release 4] Panasonic rilis papan tulis elektronik Panaboard


PT Gobel Dharma Nusantara (GDN), selaku distributor resmi produk Panasonic merilis produk terbaru mereka berupa papan tulis elektronik dengan menggunakan layar sentuh. Produk yang disebut dengan Panaboard ini ditargetkan akan digunakan untuk kebutuhan rapat maupun untuk proses belajar dan mengajar.

“Panaboard ini adalah papan elektronik yang revolusioner yang memudahkan memberikan informasi karena bisa multitouch,” kata Alland Toscalino dalam siaran persnya. Alan bilang produk Panaboar seri UB-T880 ini merupakan layar proyektor resolusi tinggi yang juga merupakan layar input dari pena elektronik maupun dari sentuhan jari.

Sementara target market dari produk ini adalah pasar korporat yang memang membutuhkan efisiensi dalam segi waktu maupun dari segi perluasan cakupan presentasi. Panaboard ini dapat digunakan oleh tiga orang, dan complete portable solutions dengan posisi penggunaan projector dengan berbagai pilihan posisi.

Yang menarik, Panaboard ini bisa menyimpan galeri foto hingga 6000 foto. Tidak hanya itu, Panaboard ini memiliki kemampuan merekam dari presentasi. “Harga produk ini, GDN memberikan banderol mulai dari Rp 25 juta per unitnya,” kata Allan.

url : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=154603:panasonic-rilis-papan-tulis-elektronik-panaboard&catid=20:teknologi&Itemid=32

[Press Release 3] Panasonic rilis papan tulis elektronik Panaboard


JAKARTA. PT Gobel Dharma Nusantara (GDN), selaku distributor resmi produk Panasonic merilis produk terbaru mereka berupa papan tulis elektronik dengan menggunakan layar sentuh. Produk yang disebut dengan Panaboard ini ditargetkan akan digunakan untuk kebutuhan rapat maupun untuk proses belajar dan mengajar.

“Panaboard ini adalah papan elektronik yang revolusioner yang memudahkan memberikan informasi karena bisa multitouch,” kata Alland Toscalino dalam siaran persnya yang diterima Kontan hari ini (5/11). Alan bilang produk Panaboar seri UB-T880 ini merupakan layar proyektor resolusi tinggi yang juga merupakan layar input dari pena elektronik maupun dari sentuhan jari.

Sementara target market dari produk ini adalah pasar korporat yang memang membutuhkan efisiensi dalam segi waktu maupun dari segi perluasan cakupan presentasi. Panaboard ini dapat digunakan oleh tiga orang, dan complete portable solutions dengan posisi penggunaan projector dengan berbagai pilihan posisi.

Yang menarik, Panaboard ini bisa menyimpan galeri foto hingga 6000 foto. Tidak hanya itu, Panaboard ini memiliki kemampuan merekam dari presentasi. “Harga produk ini, GDN memberikan banderol mulai dari Rp 25 juta per unitnya,” kata Allan.

url : http://industri.kontan.co.id/news/panasonic-rilis-papan-tulis-elektronik-panaboard-1

Selasa, 10 Agustus 2010

[Press Release 2] 瞄准教育机构为市场目标 松下推出放映机新产品

【本报雅加达讯】一家松下(Panasonic)放映机分配商,即Gobel Dharma Nusantara(GDN)公司介绍中下等级放映机的新产品,而瞄准教育机构作为市场目标

松下公司亚太地区副主席William Chan(右二)和Kentaro Mitsuishi(右)上周末于雅加达推出两种放映机新产品时,与Sinar Jaya Cemerlang公司业主Anand Maulani(左)、GDN公司副董事Gunawan(左二),以及产品经理Alland Toscalino讨论有关该两种产品之情景。(Shang Bao/ Muhammad Maan)
GDN公司副董事古纳宛(Gunawan)表示,对廉价放映机的需求相当高,尤其是来自现在已使用计算设备补充教室的教育机构。
他昨日于雅加达推出两个放映机的新产品间隙对记者表示:“市场对放映机的需求每年大约成长20%,但现今放映机市场还由中上等级放映机所控制。我们亦定下指标,上述产品能在企业会议室、陈列室,或者咖啡店使用。”
他认为,现在流通的75%至80%放映机产品是廉价放映机,因为上述产品的价格相当买得起,并很容易使用。他又说:“对高端放映机进行的销售过程需要时间,因为必须先检讨安装地点。”
古纳宛续称,通过上述两个放映机的新产品,GDN公司定下指标,公司直至今年底能把在我国放映机市场的市场份额提高成为17%直至20%。现在我们产品的市场份额仅达到10%。
与此同时,GDN公司产品经理阿兰(Alland Toscalino)承认,与其他电器产品作比较,我国放映机的市场属于很小,但对该产品的需求每年继续提高。
他声称,公司介绍中下等级产品的光亮程度比同类产品更高,而该产品的灯亮力运行小时能达到5000小时。
他又称:“由于使用LAN电缆网的功能很容易进行系统升级,上述产品能由个人使用。GDN公司介绍LB1E种类产品的售价达到675美元,而LB2E种类产品的售价达到810美元。”
阿兰表示,该两种产品从中国的装配工厂进口,但在未来几年后,松下公司可能亦将在印尼兴建该放映机的装配工厂。
现在松下公司在9个国家经营业务,拥有75家企业,并雇用8万2000名职工。(vn)

Kamis, 05 Agustus 2010

[Press Release 1] Proyektor Hemat Panasonic, Peluncuran dan Quick Review


Hari ini PT Gobel Dharma Nusantara, distributor resmi proyektor Panasonic, merilis dua proyektor dengan style minimalis. Kedua proyektor ini, tipe PT-LB2E dan PT-LB1E, merupakan tipe terbaru dalam lini Pure Projection yang mengedepankan tema putih bersih dengan pengendalian daya ramah lingkungan. Sekilas feature Panasonic PT-LB2E/LB1E:

Kecerahan 2600 lumens (LB2E) dan 2200 lumens (LB1E)
3 x LCD 1024×768 pixel, resolusi efektif XGA
Contrast ratio 500:1
Daya tahan lampu 3000 jam dalam mode normal dan 5000 jam dalam mode Eco
Hemat daya dalam Eco Standby Mode tetapi menyala cepat dengan Speed Start
Port RJ-45 untuk menghubungkan dengan jaringan
Logo perusahaan dapat disisipkan dalam startup menu
Direct Power-Off memungkinkan proyektor dimatikan tanpa perlu pendinginan lampu
Bentuk compact /Micro-Portable dengan bobot hanya 2,3kg
Tersedia dengan harga mulai Rp 6-jutaan

Alland Toscalino (kedua dari kiri, menggenggam produk), Sales Manager PT GDN, bersama perwakilan lain dari Panasonic

PT-LB2E dan PT-LB1E ditujukan bagi pangsa pasar paling besar saat ini, yaitu proyektor di bawah 4000 lumens. Di dalam lini produk proyektor Panasonic, kedua proyektor ini masuk di antara LB51E dan LB75E. Kedua proyektor tersebut adalah proyektor yang sangat populer. Namun, LB2E dan LB1E memiliki kecerahan yang sama dengan LB75E dengan bobot yang lebih mendekati LB51E.

Perwakilan JagatReview.com sempat mencoba proyektor baru ini dalam peluncuran yang diadakan di Cafe Pisa, Jakarta, pada hari ini, 5 Agustus 2010. Terus terang saja, kalau melihat bentuk dan bobot LB2E/LB1E, mungkin Anda tak mengira bahwa proyektor ini memiliki kecerahan yang tinggi. Kecerahan proyektor ini cukup membuat kami memicingkan mata karena terang sekali untuk proyeksi pada layar diagonal 2 meter.


Kontras proyeksi juga teramat sangat baik dengan gambar dan teks yang tegas. Memang, akurasi dan kedalaman warna masih kurang baik karena proyektor ini bukan ditujukan untuk penggunaan foto atau video, melainkan lebih ke ruang kelas atau ruang pertemuan, tetapi bukan berarti warna-warna tampil dengan pucat. Satu hal yang membuat proyektor ini lebih cocok lagi untuk penggunaan dalam ruangan adalah tingkat kebisingannya. Saat mencoba, kami duduk tepat di sebelah proyektor dan sama sekali tak mendengar ada bunyi kipas pendingin. Proyektor ini sangat senyap meskipun proyeksinya sangat terang!


Lebih lagi, proyektor ini dilengkapi dengan konektivitas LAN 10/100 dan port serial untuk menghubungkannya dengan beragam perangkat yang biasanya digunakan dalam ruangan kelas / ruang pertemuan. Untuk menekan biaya, Panasonic PT-LB2E/LB1E memang belum memiliki konektivitas wireless. Namun, mengingat kekuatannya, kesenyapannya, penghematan yang Anda dapatkan dengan teknologi ramah lingkungan yang dimilikinya, serta teknologi Jepang dan layanan purnajual resmi yang tersedia,  sepertinya kedua proyektor ini akan segera menjadi produk yang populer.

url : http://www.jagatreview.com/2010/08/proyektor-hemat-panasonic-peluncuran-dan-quick-review/



Rabu, 28 Juli 2010

tidak ada yang tidak bisa


Saya ingat pertama kali saya diperkenalkan dengan istilah ini oleh atasan dan juga mentor saya di sebuah perusahaan elektronik terkemuka asal Jepang, Pak Razaki. Dari beliau saya banyak sekali menimba ilmu kepemimpinan. Satu kalimat yang selalu membekas di hati saya hingga saat ini adalah "if you think you can, you can !". sesuatu yang sebenarnya tanpa disadari, sudah saya jalani dalam hidup ini.

Ingatan saya menerawang kembali kepada masa lalu, ketika saat itu, saya mencoba mencari sekedar uang jajan untuk bisa membeli baju, celana bermerek quicksilver, rusty, stussy, billabong, nike maupun untuk keperluan lainnya, yang tentu saja bukan yang orisinal yah, terbatas buatan "PaUl" alias Pasar Ular, Tanjung Priok, :) maklum saya saat itu masih duduk di bangku SMA kelas 3, keterbatasan uang yang diberikan oleh orang tua saat itu tidak membuat saya kehilangan ide, dengan cara mengamen di jalanan, di seputaran tempat tinggal saya atau dari bis ke bis dengan sahabat kecil saya - Bento - anak Madura yang sangat halus sekali melebihi orang Jawa paling halus yang saya kenal :)
Aktifitas ini berlanjut hingga di tahun pertama duduk di bangku kuliah, dimana kebutuhan saat itu sudah berubah, bukan lagi untuk membeli keperluan untuk diri sendiri melainkan untuk membayar fotokopi diktat, jurnal, untuk makan hingga untuk menghemat ongkos bis. Pagi mengamen sampai masuk kuliah, setelah itu sore membantu teman untuk berjualan topi atau kacamata hitam "cengdem" di Blok M. pada masa ini saya merasa masa yang paling suram dalam cerita asmara saya, tidak ada satupun yang mau jadi pacar saya, malu pacaran sama pengamen katanya.... *sedih... huhuhu...

Aktifitas ini ternyata diketahui oleh keluarga besar saya, mereka menawarkan daripada saya mengamen di jalan, yang penghasilannya tidak jelas, sebaiknya jaga toko foto kopi dan ATK, kebetulan akan dibuka dan belum ada operator yang akan melakukan pekerjaan foto kopi, laminating, jilid buku, kasir dan lain lain.

Berbekal semangat, tanpa pelatihan apa-apa. akhirnya toko foto kopi tersebut dibuka dan selama seminggu kedepan, walaupun toko tersebut di lengkapi oleh AC yang cukup dingin, tapi tidak mampu untuk menahan keringat saya yang bercucuran dengan derasnya karena stress, mulai dari salah jilid buku, dokumen rusak karena laminating kepanasan dan banyak lainnya, Tapi saya yakin saya pasti bisa.. alhamdulillah saya bisa menjalani pekerjaan tersebut satu tahun lamanya, hingga pada tahun ke 3 kuliah saya, mendapatkan kesempatan untuk menjadi Web Designer, referensi dari sahabat saya Beni Ismail di kampus Universitas Budi Luhur ( i owe you a lot buddy !!), cerita yang sama dengan ketika menjadi tukang foto kopi pada awalnya sepertinya berulang, pengetahuan saya "nol besar" untuk bisa mengerjakan pekerjaan tersebut. Beni menawarkan saya waktu 3 hari untuk belajar Adobe Photoshop dan PHP + Database dirumah nya, akhirnya saya menginap disana dan dikebutlah waktu tiga hari tersebut demi keinginan bisa bekerja di sebuah perusahaan, selesai masa training, Senin nya saya langsung interview. dan alhamdulillah diterima...

Enam bulan berselang, saya di tawarkan menjadi penyiar radio Prambors oleh bos saya waktu itu, Pak Jerry dan Pak John (terima kasih Pak atas kesempatan berharganya..), membawakan program "On Klik" yang berisikan informasi dan knowledge mengenai internet, (red. pada masa itu, pengetahuan akan internet masih sangat terbatas dan tidak semua orang tahu tidak seperti saat ini) disitu saya belajar bagaimana menjadi presenter dan produser.

Cerita terus berlanjut hingga saat ini, saya bisa menyelesaikan kuliah S-2 di Universitas Pancasila, suka dan duka, hidup seperti layaknya roda yang berputar, semua meyatu dalam hidup ini, yang pasti, kita sebagai manusia harus selalu bersyukur, baik terhadap sesama dan yang terpenting, selalu berpikir positif, pantang menyerah dan selalu ingin belajar, belajar dan belajar. itu yang akan memperkaya diri kita ini menjadi "Besar".

Jadi..    Tidak ada yang tidak bisa kan ?


Minggu, 10 Januari 2010

E - Banking - Improving Customer Adoption of Online and Mobile Banking


Indonesia companies have been running fast to exploit the possibilities of the World Wide Web, as a result, any thought that Indonesia will remain several steps behind other countries, especially United States, may well be proven inaccurate.

The very idea of following in the footstep of other countries was probably inaccurate for a variety of reasons, as e-commerce in Indonesia is likely to follow a different course. For one thing, the technological and cultural infrastructures are much different. More over, Indonesia players have had the benefit from seeing what has succeeded and failed in United States. The later entry of Indonesia companies into e-commerce also gives them the advantages of applying technology that has advanced considerably over the past two years.

The results, banking institution see an alternative market in today electronic era. Banking institution increasingly realizing they do not have an optimal mix of delivery channels and aware that, if they want to be a largest payment settlement in Indonesia, they have to build a lot of delivery channel like branches, ATM, internet banking and mobile banking. From the alternative delivery channel, their customer can enjoy the transaction with more efficient, fast and secure.

Today, developing an online and mobile banking solution, allows a bank to please both types of consumers while removing all of the costs associated with the development, distribution and support of client software. A well-designed solution will automatically allow users of the predominant consumer financial software packages, to access statements, pay bills and initiate transactions. At the same time, the system permits access via the Internet for customers who don't need full financial planning but want a full range of transaction and account access features such as bill payment, fund transfers and statement review. In both cases, the burden of client software support and development has shifted to either the web browser developer or the financial planning software developer. The bank is free to focus on the critical areas in which it can add value for its customers: back-end system functionality, product design, marketing and customer support.


Customer needs to have opportunity to actively interact with online and mobile banking services. Internet banking online and mobile banking services should seek to fulfill the following benefits that we know are important to the customers:
  • Selection – A wide range of online and mobile banking services 
  • Accessibility – Customer can easily access, login and doing transaction through the good design and user-friendliness of internet banking online and mobile banking services. For online banking cases, using internet as user centric medium and customers expect internet solutions to respond instantaneously with real time data much like in an ATM environment. When it comes to the delivery of corporate banking services, a Web based system, for example, should enable a customer to track and monitor their banking activity and initiate payments any time of the day. Corporate customers will naturally expect integration of these channels to supplement Web services. On the corporate side, this is especially true for alert and notification related services.
  • Personalize services – Some customers rather to go to the bank directly to have the “personal touch” services. internet banking online and mobile banking will equip its systems with CRM technology to personalize banking services.
  • Security – A high level of Internet security plays an important role to ensure the quality of service delivery to the customers also have a strategic role in increasing customer confident and retention.
Product and Services Offering

Online Banking
Table : Online Banking Services

Mobile Banking
  • Product and Services Offering
  • Online Banking
  • Account balance
  • Fund transfer
  • Account statement
  • Bill payment
  • Saving deposit information
  • Exchange rate currency
  • Loan
  • News update
  • Products offering
  • Bill statement